Pewarta : Euis Niki
Koransinarpagionline.com | KUNINGAN,Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi strategis pengembangan desa ekosistem keuangan inklusif. Salah satu wilayah prioritas yang menjadi fokus pengembangan tersebut adalah Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penetapan Desa Jagara sebagai wilayah binaan didasari oleh potensi luar biasa yang dimiliki desa tersebut. Sebelumnya, Desa Jagara telah dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata terbaik se-Indonesia oleh Kementerian Desa, PDTT.
“Kami melihat potensi yang luar biasa di Desa Jagara, baik dari sisi wisata maupun ekonomi produktif. Namun, di sisi lain, terdapat tantangan nyata terkait akses keuangan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor perikanan,” ujar Agus Muntholib dalam kunjungannya ke Desa Jagara, Selasa (22/9/2026).
Agus menjelaskan, terdapat sekitar 230 pelaku usaha tambak atau budidaya perikanan di wilayah tersebut. Meski memiliki jumlah yang signifikan, sebagian besar dari mereka masih menghadapi kendala permodalan. Hal ini diperparah oleh dampak lanjutan pasca-pandemi COVID-19 yang sebelumnya memicu masalah solvabilitas dan kolektibilitas kredit di kalangan pembudidaya.
Guna mengatasi persoalan tersebut, OJK Cirebon memfasilitasi kemitraan strategis dengan sejumlah lembaga jasa keuangan (LJK), meliputi Bank Umum (termasuk Bank Kuningan), BPR, Pegadaian, hingga PT PNM (Persero).
“Target kami adalah memastikan pelaku UMKM mendapat kemudahan akses pembiayaan yang akuntabel. Kami juga mendorong digitalisasi transaksi melalui QRIS, memperluas jangkauan agen Laku Pandai, serta meningkatkan literasi keuangan melalui program simpanan seperti Simpanan Pelajar (Simpel) dan tabungan emas,” tambah Agus.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jagara, Umar Hidayat, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah nyata OJK Cirebon dalam mendampingi pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada OJK Cirebon atas kolaborasi ini. Wilayah perairan Desa Jagara mencakup sekitar 130 hektar dari total 440 hektar luas Waduk Darma, di mana budidaya jaring apung menjadi salah satu tumpuan utama ekonomi warga. Kami berharap jembatan akses modal dari perbankan di bawah naungan OJK ini dapat membantu pemulihan dan pengembangan usaha masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Umar.
Lebih lanjut, Pemdes Jagara berharap sinergi ini tidak hanya berhenti pada akses permodalan, tetapi juga mampu menciptakan ikon kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat terus meningkatkan daya tarik wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal secara inklusif.
**Tentang OJK Cirebon**
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon merupakan perwakilan OJK yang memiliki tugas dan fungsi pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan di sektor jasa keuangan meliputi Perbankan, Pasar Modal, dan IKNB di wilayah kerjanya.








Komentar