oleh

Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Tingkatkan Kualitas KBM dan Kenyamanan Siswa

Pewarta : Euis Niki

Koransinarpagionline.com | Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka mulai menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Perbaikan sarana dan prasarana sekolah tidak hanya membuat lingkungan pendidikan menjadi lebih layak, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Kondisi sekolah yang aman, bersih, serta memiliki fasilitas pendukung yang memadai dinilai turut mendorong semangat belajar siswa. Lingkungan yang kondusif membuat peserta didik lebih fokus menerima materi yang disampaikan guru.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat. Ketika ruang kelasnya layak dan lingkungannya baik, tentu akan memberi pengaruh langsung terhadap kualitas belajar mereka,” ujar Eman, Rabu (16/9/2026).

Pemkab Majalengka terus mempercepat peningkatan sarana pendidikan dengan tidak hanya mengandalkan APBD, melainkan aktif melakukan langkah “jemput bola” ke pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setiap tahun, usulan rehabilitasi dan pembangunan sekolah terus disampaikan secara bertahap, dengan prioritas pada sekolah yang paling membutuhkan penanganan.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak semua bisa diselesaikan sekaligus. Karena itu kita terus mencari dukungan dari pusat dan provinsi agar kebutuhan sekolah dapat terpenuhi secara bertahap,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, menjelaskan program revitalisasi saat ini mencakup 130 sekolah dari berbagai jenjang — mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada ruang kelas, tetapi juga mencakup toilet, ruang UKS, serta sarana pendukung lainnya.

Harapannya, anak-anak bisa belajar nyaman, guru mengajar lebih baik, dan seluruh warga sekolah beraktivitas dengan aman. Ini sejalan dengan visi Majalengka Langkung Sae,” ungkapnya.

Program ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua siswa. Siti, warga Banjaran, mengaku merasa lebih tenang melihat anaknya bersekolah di lingkungan yang kini jauh lebih baik.

“Anak jadi lebih semangat ke sekolah. Kalau ruang kelas bersih dan fasilitasnya memadai, kami sebagai orang tua pun tenang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dedi, warga Palasah, yang berharap perbaikan ini tidak berhenti pada fisik bangunan, tetapi juga diikuti pemeliharaan berkelanjutan.

“Harus sama-sama dijaga — sekolah, siswa, guru, dan masyarakat — supaya manfaatnya dirasakan dalam waktu lama,” katanya.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Majalengka mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan, mengurangi kesenjangan antar-sekolah, serta memastikan setiap anak mendapatkan hak belajar di lingkungan yang layak, aman, dan nyaman. Pemerintah daerah juga terus mendorong kolaborasi lintas pihak agar dampak positif ini dapat dirasakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *