(Koran SINAR PAGI)-, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmah 2026–2031, KH. Miftachul Akhyar, menekankan pentingnya penguatan ekonomi umat sebagai salah satu agenda NU dalam menyongsong perjalanan di abad kedua.
Hal itu disampaikan KH. Miftachul Akhyar dalam sambutan penutupan Muktamar NU. Kyai Miftah sempat berseloroh perihal penggunaan bahasa Arab saat pembukaan Muktamar kemarin.
“Kemarin orang pusing memakai bahasa Arab. Memang kami usahakan bahasa Arab pada iftitah utama, setelah itu bebas, termasuk pada saat penutupan Muktamar yang sukses ini,” ujarnya.
Menurut KH. Miftachul Akhyar, terdapat tiga ayat Al-Qur’an yang dapat menjadi landasan dalam mengembangkan kehidupan ekonomi umat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Karena memang aktsaru sya’bi indonisiyyin minal fuqara’ wal masakin”, kata Kyai Miftah.
Landasan pertama, adalah firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
“Inni ja’ilun fil ardhi khalifah”
KH. Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa khalifah memiliki tanggung jawab untuk mengurus dan menata kehidupan di bumi agar berjalan dengan tertib dan berkeadilan.
Menurutnya, kehidupan yang teratur harus dibangun melalui tata kelola yang baik sehingga tidak terjadi penindasan antara kelompok yang kuat dan kelompok yang lemah.
“Dengan tatanan yang baik, masyarakat dapat hidup secara teratur dan berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan penuh ketertiban,” katanya.
Landasan kedua merujuk pada Surah Hud ayat 61.
“Huwa ansya’akum minal-ardli wasta’marakum fiha”
Ayat tersebut, menurut Kyai Miftah, mengandung pesan tentang tanggung jawab manusia untuk memakmurkan bumi.
Manusia, sebagai makhluk yang diberi amanah, harus mengerahkan kemampuan, pengetahuan, dan pemikirannya untuk menghasilkan kemanfaatan bagi kehidupan bersama.
Upaya memakmurkan bumi, jelas Kyai Miftah, dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata, termasuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana, menghijaukan kembali lahan dan pegunungan, serta mengembangkan berbagai sektor yang membawa kepentingan umat dan rakyat.
Kyai Miftah menegaskan bahwa tugas memakmurkan bumi dalam tafsir ayat “wasta’marakum fiiha” merupakan tanggung jawab bersama, termasuk tugas presiden memiliki tugas pemakmuran bumi yang menjadi bagian dari sunnatullah.
“Rakyat akan merasakan kesejahteraan apabila ada tindakan dan upaya mengerahkan otak serta pemikiran bahaimana bisa mensejahterakan,” ujarnya.
Landasan ketiga adalah Surah Adz-Dzariyat ayat 56.
“Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun.”
Ayat tersebut, menurut KH. Miftachul Akhyar, menjadi pengingat bahwa seluruh aktivitas manusia harus memiliki nilai pengabdian kepada Allah Swt.
Mengurus bumi dan mengelola kekayaan yang terkandung di dalamnya harus diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat.
Kyai Miftah mengingatkan agar pembangunan dan berbagai aktivitas ekonomi tidak kehilangan nilai ibadah.
“Jangan sampai apa yang kita lakukan tidak memiliki nilai ibadah. Jangan sampai kita membangun sesuatu yang megah, tetapi tidak memiliki nilai ibadah,” tegasnya.
KH. Miftachul Akhyar mengatakan, tiga landasan tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan dalam merumuskan program penguatan ekonomi warga NU pada masa mendatang.
Menurutnya, NU telah memiliki banyak sumber daya dan pakar dalam bidang pendidikan maupun kesehatan. Karena itu, penguatan ekonomi umat menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian lebih serius.
“Di bidang pendidikan dan kesehatan sudah ada pakarnya. Ada Prof. Nuh. Tinggal bagaimana kita memperkuat ekonomi keumatan,” katanya.
Rais Aam berharap perjalanan NU ke depan dapat membawa perbaikan, menutup berbagai kekurangan yang masih ada, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
KH. Miftachul Akhyar juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap berbagai ikhtiar yang dilakukan untuk kepentingan umat dan kemaslahatan rakyat.
“Semoga perjalanan keumatan ke depan membawa perbaikan dan mampu menutup berbagai kekurangan yang ada. Semoga pemerintah juga memperhatikan berbagai upaya yang dilakukan demi umat dan kemaslahatan rakyat bersama,” pungkasnya
(Sumber: https://tambakberas.id)










Komentar