Penulis: Nyai Dr. Hj. Umnia Labibah, S.Th.I., M.Si., (Pengurus Pusat Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh, bidang Keagamaan)
Berdasarkan fakta dan data emosional perempuan cenderung lebih dominan dibanding dengan laki-laki dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya faktor biologis. Maka perlu cara untuk perempuan dapat mengelola emosi-emosinya.
Adapun cara perempuan melampiaskan emosinya dengan melakukan kegiatan atau hobi yang disukai. Sebab emosi perempuan memang lebih dominan dari laki-laki, maka perempuan juga sering melampiaskan emosinya dengan teriak, melakukan olaharaga bisa bersepeda, lari, atau bisa juga makan makanan yang perempuan suka.
Hal lain dijelaskan oleh Rasulullah SAW agar ketika seseorang sedang emosi termasuk perempuan untuk membaca shalawat, berdzikir, atau berwudhu.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan ketika kita, perempuan emosi untuk berdzikir, bisa juga bershalawat, atau berwudhu dengan air karena air memberikan energi baik, sehingga emosi mudah meredam.
Selanjutnya secara khusus agama Islam mengakui adanya perbedaan emosional antara perempuan dan laki-laki. Dalam Surah An-Najm menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan perempuan dan laki-laki secara berpasangan sehingga ada sisi saling melengkapi termasuk dalam faktor biologisnya.
Sehingga secara faktor biologisnya, secara anatominya berbeda, manusia ini kan memiliki tujuan sebagai khalifah di bumi (pemimpin di bumi). Dalam menjalankan tugas sebagai khalifah pasti memiliki tugas-tugas yang berbeda untuk menjalankannya, termasuk dalam reproduksinya juga pasti berbeda. Serta dalam faktor biologis sangat mempengaruhi cara perempuan dan laki-laki merespons rangsangan emosional.
Selain itu, perempuan juga cenderung memiliki kapasitas empati yang lebih tinggi, yang membuat mereka lebih mudah terhubung dengan perasaan orang lain. Secara alami, hormon seperti estrogen pada perempuan membuat perempuan akan lebih sensitif terhadap perasaan dan lebih mudah merespons situasi emosional.
Dengan kondisi hormon esterogen perempuan yang lebih banyak jika dibanding dengan laki-laki membuat emosional perempuan akan lebih dominan. Perempuan itu kalau berdebat tidak bisa logis, pada Surah Az-Zukhruf ayat 18 dibahas kalau perempuan berdebat itu tidak bisa memberikan pernyataan yang logis.
اَوَمَنْ يُّنَشَّؤُا فِى الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِيْنٍ ١٨
Apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang tumbuh dan berkembang (dengan tabiat) selalu berhias diri, sedangkan dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.
Bukan hanya di dalam Al-Qur’an, di dalam hadits pun ada yang menyebutkan bahwa perempuan itu kurang akalnya. Artinya kalau berdebat sering tidak menggunakan akalnya.













Komentar