Sekam atau kulit gabah dari hasil panen padi hanya dianggap sebagai limbah yang dibakar begitu saja di pinggir sawah dan memicu polusi udara. Sekam padi dapat diolah menjadi briket sebagai sumber energi biomassa yang mewujudkan ekonomi sirkular dan alternatif bahan bakar fosil. Briket sekam padi bersifat ramah lingkungan karena menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dan tidak mengandung belerang (sulfur) tinggi seperti bahan bakar fosil, serta CO2 yang dilepaskan sama dengan jumlah yang diserap oleh tanaman padi saat tumbuh melalui fotosintesis, sehingga secara netralitas karbon, briket tidak menambah beban emisi baru di udara.

Proses Karbonisasi, Pencampuran, dan Pencetakan Briket
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Kompetitif Universitas Siliwangi, Skema Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM) dengan ketua tim Yogi Nirwanto,S.Hut,M.P., anggota terdiri dari Hj. Tenten Tedjaningsih,Ir.,M.P.; Yaya Sunarya,Ir,M.Sc; Yanto Yulianto,Ir,M.P.; Intan Nurcahya,S.P.,M.P.; dan Octaviana Helbawanti,S.P.,M.Sc., melaksanakan pelatihan Diseminasi Teknologi Tepat Guna Briket Sekam Padi dengan Perekat Alami Daun Randu (Ceiba pentandra) sebagai Energi Biomassa Terbarukan bagi Masyarakat pada mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusari Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya pada Sabtu 6 Juni 2026. Tim mahasiswa terdiri dari Khairunnisa Alfiah Syahfitri, Isfina Khairunnisa Maharani, M. Falih Abdillah, M. Yusup Taziri, Ajeng Giatri Pamungkas, Siti Afifah, dan Maulana Hisyam Al Rafi, serta melibatkan pihak pemangku kepentingan tingkat RW dan mahasiswa KKN. Tim PkM menyerahkan alat pembuatan briket yang terdiri dari tungku pembakaran, alat pirolisis, pencetak briket, dan blower.
Pada sambutan ketua tim PkM, Yogi Nirwanto berharap briket sekam padi dapat membantu aktivitas rumah tangga lebih efisien dan hemat dibanding penggunaan gas, serta ramah lingkungan karena dapat mengganti bahan bakar kayu. Kegiatan dilanjutkan pre-test dan pemaparan materi oleh Iqbal Akmalludin, S.P., M.P., yang menjelaskan manfaat sekam padi dengan kandungan selulosa, hemiselulosa, lignin, dan silika yang tinggi karbon serta daun randu sebagai perekat karena memiliki senyawa polisakarida dan serat alami. Tujuan praktik pembuatan briket oleh mitra yaitu peningkatan pemahaman dan keterampilan pembuatan briket. Tahapan pembuatan briket meliputi karbonisasi sekam padi, penghalusan sekam, pencampuran ekstrak daun randu, sekam, dan tepung tapioka, pencetakan, dan pengeringan. “Kegiatan pelatihan sangat bermanfaat bagi KWT terutama untuk aktivitas memasak, kami mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan dapat berlanjut serta mampu memproduksi briket secara mandiri”., komentar dari Ketua KWT Kusari pada pelaksanaan post-test dan penutupan kegiatan.








Komentar