Pewarta : Euis Niki
Koransinarpagionline.com | KUNINGAN, – Memasuki paruh kedua tahun 2026 ini, kabar baik muncul terkait kondisi perekonomian di wilayah Ciayumajakuning atau kawasan Cirebon Raya. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) pada Triwulan II Tahun 2026 tetap berada dalam kondisi yang stabil.
Pihaknya melihat fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan berjalan dengan cukup baik di wilayah Ciayumajakuning ini.”Dari kacamata perbankan, kami mencatat kinerja Kantor Cabang (KC) Bank Umum terus menunjukkan tren peningkatan. Penyaluran kredit berhasil tumbuh 2 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp49,72 triliun,” ucap Agus.
Pertumbuhan ini, imbuhnya, juga beriringan dengan kenaikan total aset yang mencapai Rp63,26 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp43,52 triliun. Perbankan syariah kita pun tak kalah solid; pembiayaan Bank Umum Syariah melonjak 15,15 persen (yoy) menjadi Rp8,15 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang sangat terjaga di level 3,04 persen.
Sementara itu, untuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR), terdapat penurunan penyaluran kredit sebesar 12,82 persen (yoy) menjadi Rp1,79 triliun. Namun, saya tegaskan bahwa secara kualitas justru membaik, yang ditunjukkan dengan turunnya rasio kredit macet (NPL) sebesar 2,12 persen (yoy).
Ketahanan modal BPR di Cirebon Raya juga makin kokoh dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang naik menjadi 22,53 persen.
Satu hal yang paling menggembirakan bagi kami, pada triwulan ini adalah antusiasme masyarakat Ciayumajakuning di pasar modal yang luar biasa. Jumlah investor kita meroket 108,94 persen (yoy) menjadi 686,36 ribu Single Investor Identification (SID),” ungkapnya.
Bahkan, akumulasi transaksi saham mencapai Rp3,66 triliun, melesat 119,59 persen. Bagi OJK, ini adalah bukti nyata bahwa program literasi yang terus digencarkan berhasil menumbuhkan optimisme masyarakat untuk berinvestasi.
Namun, masih kata Agus, OJK tentu tidak sekadar melihat deretan angka. Perlindungan terhadap masyarakat adalah prioritas pihaknya. Hingga Agustus 2026, tim OJK disebutkan telah melayani 2.126 layanan konsultasi dan pengaduan, di mana mayoritas keluhan berpusat pada fintech lending (31,47 persen) dan Bank Umum (30,43 persen). OJK Cirebon juga memproses 9.743 permintaan layanan SLIK bagi debitur.
Untuk mendukung perekonomian riil, kami terus bergerak di lapangan. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kami berkomitmen mengembangkan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI), seperti di Desa Jagara, Kuningan dan Situ Cipanten, Majalengka. Kami juga menjembatani pembiayaan bagi lima komoditas potensial daerah kita: telur ayam, sapi perah, domba Garut, pisang Cavendish, dan garam,” paparnya.








Komentar