Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Istighotsah dan Pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali.

Kegiatan yang mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” dipusatkan di Masjid Baitul Rosidin, Kampung Waas, Desa Sukasari, pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB s.d. selesai.

Dengan mengumpulkan jamaah yang terdiri dari para kyai, Ustadz berserta santri putra dan santri putri dari berbagai pesantren dan madrasah di wilayah Pameungpeuk atau Ranting NU dan Banom NU.
Acara tersebut, dihadiri oleh Camat Pameungpeuk, bersama jajaran pengurus MWC NU Pameungpeuk. Di antaranya Rais Syuriyah Ust. Ijudin, Katib Syuriyah Ust. M. Yahya, Ketua Tanfidziyah Ust. Herdayanto, dan Sekretaris Tanfidziyah Ust. Saryan.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional tingkat MWC NU Katapang, Ustadz Ridwan Abdul Rahman pada sambutannya sempat menjelaskan sejarah lahirnya Hari Santri Nasional.
Menurutnya pada 22 Oktober tersebut diperingati sebagai Hari Santri Nasional merujuk pada ditetapkannya seruan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy‘ari tentang resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 kepada para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia. Dengan mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah.

Dalam sambutannya Camat Pameungpeuk, Agus Hindar Ruswanto, S.STP., M.Si., menyampaikan dengan ada UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Para santri memiliki keistimewan tersendiri di masyarakat atau pemerintah. Sehingga bagi mereka yang Hafidz Al-Quran sangat diprioritaskan untuk mengabdi di pemerintahan atau menjadi pemimpin di masyarakatnya.
“Maka kami sebagai perwakilan dari pemerintah, berharap para santri dapat menjadi pengawal atau berperan untuk mewujudkan Indonesia Emas di masa depan atau tahun 2045,”ungkapnya

Selanjutnya Ketua Tanfidziyah, Ustadz Herdayanto dalam isi sambutannya mengungkapkan melalui acara ini, semoga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah Nahdliyah semakin kuat.
Pada momen tersebut, Kyai Ijudin, Rais Syuriyah, MWC NU Pameungpeuk bersama Katib Syuriyah, Ustadz M. Yahya mendokan agar terbangunnya baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur, serta masyarakat yang maju dan sejahtera.

Kegiatan yang berlangsung merupakan wujud rasa syukur santri, jamaah, jamiyah Nahdlatul Ulama dan masyarakat, sekaligus ikhtiar batin untuk keselamatan bangsa.
Melalui pembacaan Sholawat Nariyah 4.444 kali yang menjadi tradisi para ulama NU ketika mengharapkan hajat besar. Di Hari Santri 2026 ini, hajat besarnya adalah mempersiapkan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Setelah doa bersama, kegiatan yang dilaksanakan diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga moral dan pemersatu bangsa. Serta menumbuhkan semangat menjadi penggerak nyata, santri dalam membangun negeri dari tingkat kecamatan.











Komentar