Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Tanty Erlianingsih, S.Pd., M.Pd., pertama kali bertugas sebagai guru mata pelajaran fisika di SMA Negeri 1 Darangdan, Kabupaten Purwakarta pada tahun 2000 melalui pengangkatan PNS jalur beasiswa tunjangan ikatan dinas atau TID dari IKIP Bandung. Ditempatkan di daerah dan SMA unit sekolah baru dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana tidak menyurutkan semangat untuk mengabdi dan memajukan dunia pendidikan.
Khususnya keterbatasan sarana laboratorium fisika sebagai sumber belajar diatasi dengan inovasi membuat alat peraga sederhana yang diciptakan bersama oleh guru dan murid, serta pembelajaran menggunakan virtual laboratory. Inovasi tersebut mengantarkan dirinya meraih penghargaan guru berprestasi tingkat Kabupaten Purwakarta pada tahun 2009 dan guru berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2010.

Hal itu diceritakan Tanty Erlianingsih, S.Pd., M.Pd., saat interakatif bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI di ruang kerja Kepala SMAN 1 Kota Bandung, ketika mengingat perjalan awal menjadi guru hingga berkiprah menjadi kepala sekolah di layanan pendidikan Sekolah Negeri.
Prestasi itu mengantarkan dirinya untuk mengikuti seleksi kepala sekolah. Setelah lulus seleksi, pertama kali bertugas sebagai kepala sekolah adalah di SMA Negeri 1 Babakan Cikao pada tahun (2015-2016) SMAN 1 Darangdan (2016-2020), SMAN 1 Pasawahan (2020-2022), SMAN 1 Jatiluhur (2022-2025) Plt. SMAN 1 Pasawahan pada tahun 2024, Plt. SMAN 1 Wanayasa pada tahun 2025, dan saat ini bertugas di SMAN 1 Bandung dari tahun 2025 sampai dengan sekarang.
“Semua tempat yang pernah saya pimpin memiliki kesan tersendiri. Motivasi yang selalu diterapkan adalah berikan pengabdian yang terbaik, pelayanan yang optimal dan raihlah prestasi yang membanggakan dengan semangat kolaborasi. Dengan semangat motivasi ini, semua tantangan, hambatan, peluang dan kekuatan diri yang ada bisa dioptimalkan,” ungkapnya Kepala Sekolah yang sempat mendapatkan penghargaan untuk Program Penguatan Pendidikan Karakter yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Peringkat I (Pertama) tingkat KCD Wilayah IV saat bertugas di SMAN 1 Jatiluhur.

Tanty Erlianingsih, S.Pd., M.Pd., menceritakan prestasi yang sempat diraihnya, yaitu semasa bertugas di SMAN 1 Darangdan, pemanfaatan taman kreatif sebagai sumber pembelajaran kontekstual dan sarana pengembangan karakter baik, cinta dan peduli lingkungan mengantarkan saya memperoleh penghargaan kepala sekolah berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019.
Hal lain diungkapkannya, saat pandemi Covid-19 melanda, sekolah menjadi sektor terdampak yang sangat memerlukan penanganan khusus. Dampaknya terasa sangat luas mulai dari efektivitas belajar hingga kondisi psikologis. Untuk mengatasi learning loss atau penurunan kualitas belajar, maka saya melakukan inovasi dengan program sekolah digital SMAN 1 Pasawahan yang mengantarkan saya memperoleh penghargaan kepala sekolah inovatif pada tahun 2021. Dengan program ini, semua layanan pemenuhan mutu pendidikan dilakukan melalui platform digital seperti Zoom, Google Meet, WhatsApp, layanan konseling digital, layanan kesehatan digital, serta layanan administrasi digital lainnya.
Menurutnya dalam setiap perjuangan dan pengabdian di sekolah, sebagai kepala sekolah atau guru harus selalu fokus pada program penguatan pendidikan karakter dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan. Sebagai layanan utama untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Karena kondisi dan perkembangan zaman yang tidak hanya menuntut siswa cerdas secara keilmuan, namun harus kuat secara karakter dan akhlak baik, maka program penguatan pendidikan karakter menjadi fondasi utama.
Selain itu, ketika memimpin satuan pendidikan perlu komitmen pada pemenuhan & modernisasi sarana prasarana. Menjamin kelengkapan fasilitas fisik dan digital sebagai fondasi kualitas mutu pendidikan. Serta upaya optimalisasi pelaksanaan program terbaru dari pusat atau daerah. Misalnya penguatan Pendidikan Karakter Gapura Pancawaluya untuk menciptakan peserta didik yang cageur, bageur, bener, pinter dan singer, sejalan dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari kemendikdasmen.

Program prioritasnya diimplementasikan dengan :
- Kebersihan Lingkungan: GAMES (Gerakan Memungut Sampah), Senin Berseka, TAKESI (Taman Kreasi Siswa Inspiratif), Penghijauan Sekolah, dan Pengolahan Sampah.
- Peningkatan Mutu dan Kompetensi Guru: Program IHT, Komunitas Belajar, Program Sekolah Penggerak, Dukungan Studi Lanjutan, Pelatihan Eksternal bagi GTK dan dukungan penghargaan prestasi utk GTK.
- Pendidikan Ekologi: Project Pemanfaatan Limbah Sampah, Project Kewirausahaan, GEMBIRA (Gerakan Menanam Bersama Insan Pramuka), dan Taman Sekolah Indah.
- Kreativitas dan Inovasi Peserta Didik dan gerakan literasi sekolah
- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Membawa bekal makanan dari rumah.
- Optimalisasi Penggunaan Kendaraan Umum atau Berjalan Kaki
- Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah
- Perilaku Peserta Didik di Luar Sekolah
- Peningkatan Pendidikan Keagamaan (pengajian/kegiatan keagaaman pagi, shalat dhuha, shalat dhuhur berjamaah)

Sebagai kepala sekolah yang lama bertugas di daerah dan saat ini diberi amanah memimpin sekolah yang berlokasi di Ibu Kota Provinsi Jabar atau Kota Bandung, tentu ada sedikit kekhawatiran terkait berbagai tantangan baru yang harus dihadapi. Maka langkah pertama yang dilakukan adalah beradaptasi dengan lingkungan baru, kemudian merumuskan perencanaan strategis untuk program sekolah berbasis analisis data. Perencanaan ini disusun dengan memperhatikan berbagai aspek penting, antara lain:
* Kondisi Geografis dan Sosial-Ekonomi: Memahami karakteristik masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah.
* Potensi Sumber Daya Sekolah: Mengoptimalkan potensi serta daya dukungan sekolah yang sangat luar biasa.
Dalam situasi ini, seorang kepala sekolah dituntut untuk lebih kreatif, memiliki semangat tinggi, serta daya juang yang kuat untuk memajukan sekolahnya. Tentu saja, seluruh langkahnya memerlukan dukungan penuh dari seluruh guru dan stakeholders yang ada di sekolah.

Atas kerja sama dan komitmen seluruh warga sekolah, pada tahun pertama bertugas di sekolah ini. Alhamdulillah SMAN 1 Bandung mendapatkan penghargaan untuk Program Penguatan Pendidikan Karakter yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat:
* Peringkat II (Kedua) tingkat Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah VII.

Selain penguatan pendidikan karakter, pengembangan sarana dan prasarana sekolah juga menjadi fokus utama. Melalui Program DAK Fisik dan Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah berhasil memperoleh bantuan alokasi anggaran untuk Perbaikan/Revitalisasi gedung Perpustakaan, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium, Ruang OSIS, dan Ruang Guru.
Sebagai kepala sekolah, Tanty Erlianingsih, S.Pd., M.Pd., menaruh perhatian besar pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Berbagai kegiatan literasi dan numerasi dilaksanakan di sekolah di antaranya:
Bazar Literasi November Satu (Balinosa) SMAN 1 Bandung, Readathon ( SMAN 1 Jatiluhur), Geulis ( Gerakan literasi) SMAN 1 Pasawahan, Penerbitan Buku kumpulan puisi dan Karya Siswa (Pengalaman murid dalam pembelajaran kewirausahaan). Pembiasaan Baik Literasi Pagi (Buku umum & pembacaan Al-Qur’an), Literasi Keuangan & Kemitraan Strategis (Kerja sama dengan OJK dan dinas terkait).

Untuk berbagai kegiatan literasi ini, saya memperoleh Penghargaan Parasamya Suratma Nugraha dari Komunitas Pengajar dan Penulis Jawa Barat (KPPJB) selama 3 tahun berturut-turut (2023, 2024–2025) atas dedikasi sebagai pegiat literasi nasional.
Hal penting saat ini untuk optimalisasi mencetak generasi pelajar yang berkualitas. Sekolah didorong untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan.
“Saya juga berperan aktif sebagai fasilitator pembelajaran mendalam bagi kepala sekolah yang dilatih oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya
Tanty Erlianingsih, S.Pd., M.Pd., menyimpulkan berbagai praktik baik rekam jejak pengabdian atau capaian yang diraih, diarsipkan secara berkala. Sebagai pengingat bahwa di setiap tugas yang diemban ada amanah yang harus ditunaikan. Ada pengabdian yang penuh keikhlasan. Ada semangat juang yang tinggi untuk meraih prestasi. Ada dukungan kolaborasi dari setiap individu untuk dapat menggapai visi, misi dan tujuan bersama.








Komentar