oleh

Mensos Tekankan Setiap Desa Harus Punya Operator Data

Koran SINAR PAGI,Jakarta,- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong setiap desa agar memiliki operator data untuk memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pasalnya, DTSEN telah menjadi rujukan penyaluran bantuan sosial dan program-program pemberdayaan.
Gus Ipul menegaskan peran aktif operator data, perangkat desa dan petugas lapangan menjadi kunci dalam penyempurnaan DTSEN sehingga intervensi yang diberikan negara tepat sasaran.

“Jadi data itu kita terima dari bawah, kita tidak mau ada Kepala Desa, Bupati atau Wali Kota tidak mengetahui data tersebut. Setiap data disalurkan lewat jalur resmi dan partisipasi,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz di Kantor Kemensos, Rabu (29/4/2026).

Gus Ipul juga mengimbau para kepala daerah untuk terus memperbaharui data karena data bersifat dinamis. Adapun data yang dimutakhirkan akan dikelola oleh Badan Pusat Statistik bukan lagi di Kementerian Sosial. “Jadi tidak ada otak atik data dulu,” kata Gus Ipul.

Selain pemutakhiran DTSEN, Gus Ipul juga meminta kepala daerah untuk aktif dalam penjangkauan siswa baru Sekolah Rakyat di daerah masing-masing. “Saya minta untuk berperan dalam penjangkauan siswa Sekolah Rakyat,” ucapnya.

Adapun penjangkauan siswa Sekolah Rakyat diawali dengan yang terdata pada desil 1-2 DTSEN. Kemudian, data tersebut verifikasi lapangan oleh pendamping PKH, BPS dan Pemda dialog persetujuan dengan orangtua atau wali calon siswa. Selanjutnya, tahapan terakhir penetapan oleh kepala daerah sebagai calon siswa Sekolah Rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menjelaskan sistem multi entry multi exit pada siswa Sekolah Rakyat. Dalam sistem ini, setiap calon siswa juga mendapat asesmen terlebih dahulu sebelum masuk sekolah untuk menentukan jenjang dan tingkatan kelas yang sesuai dengan kemampuan, sehingga ada anak yang langsung masuk kelas 6 SD, 3 SMP dan 3 SMA.

“Kita asesmen terlebih dahulu sesuai kemampuan mereka masing-masing,” jelasnya.

Gus Ipul juga mengungkapkan tahun ini terdapat 453 lulusan pertama siswa Sekolah Rakyat yang terdiri dari 329 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA.

Sementara itu, terkait pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang dan Deli Serdang sedang dalam proses pembangunan. Adapun pembangunan ini ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada Juni 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *