oleh

Rakernas Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia di Yogyakarta akan Berlangsung di November 2026

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia / AKSI merupakan forum strategis organisasi yang bertujuan untuk menyusun program kerja, memperkuat sinergi antarpengurus dan anggota, serta merumuskan berbagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Tahun ini Rakernas AKSI akan dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 November 2026, di The Rich Jogja Hotel, Jl. Magelang No. 18 Km. 6, Kutu Patran, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rakernas akan diisi dengan Workshop Implementasi STEM / Science, Technology, Engineering, and Mathematics, serta mendalami kebijakan terbaru dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagai upaya meningkatkan inovasi layanan pendidikan di sekolah.

Lina S.Pd., M.T., Kepala SMAN 1 Padalarang yang aktif di Departemen Pengembangan Profesi Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia menjelaskan sebelumnya Ketua Umum AKSI, Sekretaris Jenderal bersama Sekretaris II, Bendahara AKSI dan Departemen Pengembangan Profesi AKSI, mengadakan pertemuan khusus dengan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta.

“Pada pertemuan tersebut dijadwalkan untuk menjadi narasumber Rakernas dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (BBGTK DIY) dan narasumber lainnya yang ahli dalam bidang pendidikan,” jelasnya kepada media cetak dan online Koran SINAR PAGI, setelah berkunjung ke Kemendikdasmen di Jakarta

Lina, S.Pd., M.T., Kepala Sekolah yang aktif di Departemen Pengembangan Profesi Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia

Lina S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memberikan rekomendasi untuk para kepala sekolah yang akan mengikuti acaranya

Menurutnya, dari data terakhir pendaftaran. Total yang mendaftar sekitar 370 orang, terdiri dari perwakilan Kepala Sekolah di 27 Provinsi dan perwakilan Kepala Sekolah Indonesia di Luar Negeri yang biasanya rutin menghadiri acara AKSI. Kegiatan juga mengundang Kepala Dinas yang ada di daerah.

Dengan kegiatan yang berlangsung, Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia diharapkan dapat berkontribusi untuk menambah ilmu dan pengalaman bagi para kepala sekolah, serta meningkatkan inovasi layanan pendidikan di sekolahnya masing-masing.

Dilansir dari Satuaksi.id, Ketua Umum DPP AKSI, Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd., menyampaikan tentang peran strategis kepala sekolah sebagai penjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Indonesia emas 2045 bisa terwujud jika seluruh kepala sekolah bekerja menyiapkan murid-murid menjadi manusia-manusia unggul menyongsong tahun 2045.

Kepala sekolah adalah pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan. Satu kepala sekolah bisa memimpin enam sampai 100 warga sekolah. Arah pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah memiliki kompetensi kepribadian, profesional, sosial, dan kewirausahaan. Kepala sekolah harus dipilih dari manusia-manusia literate, kreatif, punya semangat inovasi dan pembelajaran sepanjang hayat.

Kepala sekolah dituntut untuk menjadi penjamin layanan pendidikan bermutu di satuan pendidikan. Kepala sekolah menentukan arah pendidikan sekolah. Program-program kemendikdasmen, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten, kota, bisa terlaksanakan dengan baik jika kepala sekolah mampu menggerakkannya.

Para kepala sekolah perlu mendapatkan berbagai pelatihan untuk menjaga semangat kinerja berkelanjutan.  Kegagalan pendidikan merupakan bagian dari kegagalan para kepala sekolah di satuan pendidikan.

Dr. Toto Suharya mengatakan bahwa kepala sekolah menjadi penentu kualitas pendidikan di sekolah. Sebuah sekolah tanpa kepala sekolah saudah pasti kualitas layanan pendidikan menurun. Untuk itu, tidak boleh ada satu sekolahpun tanpa kepala sekolah.

Berdasarkan data di lapangan, banyak sekolah-sekolah di tingkat SD, SMP, SMA, SMK, SLB, tanpa kepala sekolah. Kekosongan kepala sekolah terjadi karena berbagai faktor, seperti pensiun, meninggal, sakit, habis periodisasi, keterbatasan calon kepala sekolah, keterlambatan proses seleksi, minat dan motivasi.

Para kepala sekolah perlu mendapat pelatihan untuk meningkatkan kapsitas kepemimpinan dan kemampuan mengelola sekolah sebagai penjamin mutu pendidikan. Untuk itu, Rakernas dan Workshop Implementasi STEM menjadi forum para kepala sekolah seluruh Indonesia untuk menjalin komunikasi, bertukar pikiran, dan saling berbagi praktik baik.

Melalui dukungan Direktur KSPSTK, para pengurus berharap kegiatan Rakernas di Jogjakarta, Kamis-Sabtu, 12-14 November 2026 mendapat dukungan kehadiran dari jajaran pengambil kebijakan di Kemendikdasmen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *