Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Hampir setengah abad berkiprah, Yayasan Esa Nugraha Bhakti Bandung telah berhasil mendirikan lembaga pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMA. Selain sekolah, Yayasan juga memiliki aset asrama untuk dhuafa atau Panti Sosial Asuhan Anak.
Ketua Yayasan Esa Nugraha Bhakti Bandung, Dr. Eko Firmansyah, S.T., M.Pd., menjelaskan lembaga pendidikan yang sekarang berdiri, berawal dari Madrasah dan Panti Asuhan. Hingga saat ini, terbangunlah secara utuh atau sekolah satu atap yang merupakan lingkungan pendidikan lintas jenjang mulai dari, TK, SD, SMP dan SMA Nugraha yang pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya berlangsung pada satu tempat atau berdekatan lokasinya. Model yang didesain untuk mendekatkan lembaga pendidikan, supaya mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Perlu dijelaskan kepada publik juga, bahwa sekolah yang dibangun ini masuk katagori umum. Bukan hanya untuk mereka yang beragama islam, tetapi pihak sekolah berupaya membangun lingkungan sekolah yang bernuansa islam, serta mempertahankan ciri khas kesundaan,” jelasnya doktoral dari Universitas Islam Nusantara, bidang Ilmu Pendidikan, saat interaktif bersama media cetak dan online di kantornya, Jl. PLN Dalam No.4, RW.6, Ciseureuh, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat (14/10/2026)

Menurutnya, untuk mempertahankan ciri khas kesundaannya, pihak sekolah memiliki ekstrakurikuler Membaca dan Menulis Aksara Sunda. Sehingga sekolahnya sering dijadikan perwakilan untuk mengikuti perlombaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) pada tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta, setiap tahunnya.
Selain itu, kegiatan kesenian sunda lainnya yang rutin dilaksanakan di sekolah ialah pagelaran wayang golek, pertunjukan silat atau kesenian daerah dari para siswanya. Kebetulan kepala SMA Nugrahanya, berupaya aktif dalam melestarikan karya budaya sunda. Misalnya dengan mengoleksi berbagai tokoh pewayangan di ruang kerjanya.

Sedangkan perihal keagamaannya, pihak sekolah secara rutin memperingati hari besar islam. Misalnya Maulid Nabi Muhammad SAW, program menyambut awal Ramadan atau kegiatan khusus di bulan Ramadan, dan rangkaian pelaksanaan ibadah pada Idul Adha.
“Kalau untuk Idul Adha, dari Panti Asuhan sering mengadakan penyembelihan hewan qurban 1 ekor sapi. Masjid yang ada di sekolah juga sering dipakai untuk sholat jumat, sholat Idul Fitri dan Idul Adha oleh warga setempat. Karena halamannya yang cukup luas,”ungkapnya.

Dr. Eko Firmansyah, S.T., M.Pd., juga mengungkapkan dalam waktu dekat satuan pendidikan jenjang SD dan SMP nya akan menyelenggarakan workshop bertema deep learning, serta metode pembelajaran untuk menghadapi generasi alpha. Dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah.











Komentar