Pewarta : Euis Niki
Koransinarpagionline.com | Majalengka – Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka dibuat kecewa setelah meninjau langsung sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Jatitujuh, Rabu (14/10/2026).
Hasil inspeksi mendadak (sidak) tersebut memunculkan sorotan serius terhadap kualitas pekerjaan yang dinilai belum sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, mengungkapkan, pihaknya meninjau dua titik pekerjaan di ruas Jalan Jatitengah–Babajurang serta satu titik di ruas Babajurang–Pasir Ipis.
Dari hasil pengamatan di lapangan, hampir seluruh anggota Komisi III menyampaikan ketidakpuasan terhadap kondisi pekerjaan yang ditemukan. Menurut Iing, anggaran pembangunan infrastruktur sejatinya dialokasikan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Namun, ketika hasil pekerjaan tidak menunjukkan kualitas yang diharapkan, penggunaan uang rakyat tersebut patut menjadi bahan evaluasi serius.
Setelah melihat kondisi pekerjaan, hampir semua rekan-rekan anggota Komisi III merasa tidak puas dan kecewa. Anggaran yang sudah dialokasikan untuk pembangunan ini seolah-olah sia-sia karena masyarakat tentu berharap hasilnya bagus, begitu juga pemerintah,” ungkap Iing.
Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan sekadar memanggil dinas terkait atau kembali menyampaikan wacana pemberian sanksi kepada kontraktor. Komisi III ingin mengetahui akar permasalahan yang menyebabkan kualitas pekerjaan infrastruktur terus menjadi sorotan.
Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian ialah pembangunan jalan akses menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Iing menilai, pengerasan jalan menggunakan material agregat terlihat tidak rata dan dikhawatirkan mudah mengalami kerusakan ketika musim hujan tiba. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diperbaiki sebelum menimbulkan persoalan yang lebih besar
Sorotan juga diarahkan pada pekerjaan tembok penahan tanah (TPT), Berdasarkan pengamatannya, material yang digunakan terkesan rapuh dan mudah rontok ketika disentuh. Temuan tersebut menambah daftar catatan Komisi III terhadap mutu pekerjaan infrastruktur yang sedang mereka awasi.
Iing menjelaskan, pembangunan jalan akses menuju TPA sebelumnya direkomendasikan Komisi III untuk mengurangi beban kendaraan pengangkut sampah yang melintasi Desa Heuleut dan mengganggu masyarakat. Karena itu, pembangunan akses tersebut diharapkan menjadi solusi, bukan justru menghadirkan persoalan baru akibat kualitas pekerjaan yang dipertanyakan.
Anggarannya lumayan besar, tetapi hasil pekerjaannya menurut kami belum sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan. Pekerjaan ini juga belum diserahkan atau di-PHO-kan. Kami tidak ingin pekerjaan seperti ini diterima begitu saja. Kami ingin hasilnya bagus,” tegasnya.








Komentar