oleh

Optimalkan Tata Kelola Wisata, Mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Purworejo di Lereng Gunung Merbabu Sukses Gelar Revitalisasi Kedung Kayang

Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Sektor pariwisata daerah yang berkelanjutan memerlukan sinergi dan perhatian berkelanjutan. Bergerak dari hal tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo mengambil langkah nyata dengan menggelar program revitalisasi tata kelola di objek wisata Air Terjun Kedung Kayang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Program tersebut dilaksanakan oleh 11 mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Purworejo yang tergabung dalam kelompok KKN Desa Wonolelo. Mereka berkolaborasi dengan pengelola wisata untuk mendorong pengelolaan destinasi yang lebih tertata, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Destinasi alam di lereng Gunung Merbabu ini memang memiliki pesona asri yang memikat, namun pembenahan sistem pengelolaan di dalamnya dinilai krusial agar mampu bersaing di era modern. Rangkaian program kerja mahasiswa KKN ini diawali dengan forum koordinasi bertajuk “Pengembangan Pengelolaan Obyek Wisata” di Balai Desa Wonolelo pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Pertemuan interaktif yang dihadiri para pengelola lokal ini berfokus pada dua pilar penting, yaitu pembenahan struktur manajemen internal serta strategi optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi digital.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Kurnia Ari Setiawan, S.S., M.Pd., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo menegaskan bahwa sistem tata kelola di Kedung Kayang sudah saatnya dikembangkan demi kenyamanan bersama. “Kegiatan ini menjadi pemantik kemajuan tata kelola wisata yang lebih profesional,” ujar beliau.

Pandangan tersebut diperkuat oleh perwakilan mahasiswa KKN yang menjadi narasumber kedua, yaitu Infitakhummafarikha dari Fakultas syari’ah yang menekankan pentingnya adaptasi digital.

“Manajemen yang baik saat ini juga wajib mencakup pengelolaan media sosial secara aktif dan konsisten agar daya tarik Kedung Kayang bisa menjangkau calon wisatawan secara lebih luas,” jelasnya.

Screenshot

Tak berhenti pada konsep, 11 mahasiswa KKN tersebut melanjutkan aksi nyata di lapangan melalui program plangisasi sebagai penunjang visual dan informasi wisata. Aksi padat karya itu telah terlaksana selama tiga hari, mulai Senin, 24 Agustus 2026 hingga Rabu, 26 Agustus 2026.

Bahu-membahu bersama pengelola wisata, mahasiswa memasang berbagai petunjuk informasi baru di titik-titik strategis. Mulai dari plang penunjuk arah jalur trekking, jam operasional dan harga tiket, hingga peta denah lokasi wisata yang informatif di dekat pintu masuk utama.

Melalui perbaikan tata kelola digital dan pelengkapan fasilitas fisik ini, objek wisata Air Terjun Kedung Kayang diharapkan menjadi lebih rapi, aman, dan informatif bagi pengunjung. Sinergi antara 11 mahasiswa KKN dan pengelola wisata ini diharapkan menjadi titik balik bagi pengelola untuk terus konsisten menerapkan manajemen profesional sekaligus mendongkrak roda perekonomian warga Desa Wonolelo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *