Pewarta : Anis
Koran SINAR PAGI, BOJONEGORO,- Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat progres yang sangat signifikan. Dari total 430 desa dan kelurahan, sebanyak 396 titik atau 92,1 persen telah terbangun. Kini, fokus utama bergeser pada kesiapan operasional agar koperasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Untuk memastikan hal tersebut, Tim Markas Besar TNI (Mabes TNI) turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi dan validasi kesiapan KDKMP di sejumlah kecamatan.
Terdapat delapan tim yang disebar di Bojonegoro. Salah satu tim dipimpin Mayjen TNI Yenny Purnama, dengan anggota Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina, Marsma TNI Albertus Irianto, dan Kolonel Laut (K) Azis Sehanudin M., didampingi jajaran Kodim 0813/Bojonegoro dan Koramil setempat.
Tim menyambangi KDKMP di Kecamatan Bojonegoro, Dander, Bubulan, Gondang, Kalitidu, dan Gayam untuk mengecek langsung bangunan, gudang, stok barang, armada distribusi, hingga kesiapan pengelola.
Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina mengatakan, sesuai laporan Dandim 0813/Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, pembangunan fisik memang hampir tuntas. Namun keberhasilan KDKMP tidak bisa hanya diukur dari bangunan.
“Capaian pembangunan ini menunjukkan progres yang signifikan. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah bangunan yang selesai. Yang tidak kalah penting adalah memastikan koperasi siap beroperasi, dikelola secara profesional, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Said.
Dari 41 KDKMP yang ditinjau di lima kecamatan, seluruhnya sudah memiliki bangunan dan sarana pendukung. Sebanyak 17 koperasi diantaranya sudah beroperasi, sisanya masih dalam tahap penyiapan manajer, karyawan, dan pemenuhan komoditas barang.
“Secara umum, kesiapan sarana dan prasarana di sejumlah titik KDKMP sudah terpenuhi. Namun, masih ada beberapa yang sedang menyiapkan sumber daya manusia, baik manajer maupun karyawan, serta menunggu kedatangan barang yang akan diperdagangkan,” jelasnya.
Menurut Said, verifikasi Mabes TNI bukan sekadar mengecek fisik. Ini adalah langkah memastikan koperasi siap menjadi penggerak ekonomi rakyat.
KDKMP diharapkan mampu memperluas akses kebutuhan pokok dengan harga kompetitif, memperlancar distribusi, membuka lapangan kerja, dan menjadi jembatan bagi produk petani dan UMKM lokal agar mendapat pasar yang lebih luas.
“Yang perlu kita dorong bukan hanya kesiapan bangunan, tetapi juga bagaimana koperasi ini dapat beroperasi dengan baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga kesinambungan pasokan barang, serta menawarkan harga yang kompetitif,” tegas Said.
Ia menekankan pentingnya tata kelola profesional, pendampingan berkelanjutan dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan pemerintah daerah, serta rantai pasok yang kuat agar barang bersubsidi tersalurkan tepat sasaran.
“KDKMP diharapkan tidak terbatas sebagai sarana pelayanan kebutuhan bahan pokok masyarakat. Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan tumbuh menjadi bagian dari penguatan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan,” pungkas Brigjen Said Latuconsina.
Dengan pembangunan yang hampir rampung di seluruh desa, Bojonegoro optimistis KDKMP akan menjadi motor baru ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.








Komentar