Pewarta : Anis
Koran SINAR PAGI, AMBON,- Ketika kabut asap pekat menyelimuti Kota Ambon, sosok Direktur PT DreAm Sukses Arindo (DSA), Jefry Riry, S.H., memilih tidak berdiam diri di balik meja kantor. Ia turun langsung ke jalan, membagikan masker gratis kepada warga yang terpapar asap karhutla.
Aksi sosial itu digelar Rabu (14/10/2026), tepat di samping Polsek Sirimau. Bersama Yayasan Energi Bahagia Indonesia, Baitul Mal Hidayatullah, mahasiswa UIN Ambon, dan Ketua IPJI Kota Depok, Jefry memimpin pembagian 1.200 masker untuk pengendara, pedagang, dan pejalan kaki.

Dalam hitungan menit, lokasi pembagian dipadati warga. Antusiasme terlihat jelas, banyak warga yang mengaku sudah beberapa hari kesulitan bernapas karena asap dari kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah titik di Ambon.
“Kami di PT DSA selama ini dikenal sebagai perusahaan yang melayani air bersih untuk masyarakat Kota Ambon. Tapi bagi kami, melayani masyarakat tidak cukup hanya dengan air. Kesehatan dan lingkungan masyarakat juga adalah tanggung jawab kami,” ujar Jefry Riry dengan tegas.
Jefry menegaskan, perusahaan tidak boleh hanya hadir saat bisnis berjalan, tetapi harus hadir saat masyarakat sedang susah.
“Di saat udara sedang berasap seperti ini, masyarakat butuh perlindungan. Masker ini kecil, tapi ini bentuk cinta kami untuk Kota Ambon. Kami tidak mau warga sakit hanya karena tidak punya masker,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi udara yang memburuk beberapa hari terakhir menjadi alarm bagi semua pihak. Banyak warga yang masih nekat beraktivitas tanpa masker, padahal asap karhutla mengandung partikel berbahaya yang mengancam saluran pernapasan, terutama anak-anak dan lansia.
Karena itu, Jefry memastikan gerakan ini tidak berhenti di satu titik. Setelah Sirimau, tim akan bergerak ke depan Hotel Sandika, Bundaran Lemina, hingga ke kawasan Batu Gantung dan Gunung Nona yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Dari pihak Yayasan Energi Bahagia Indonesia, Siti Hadi Japati mengaku terinspirasi dengan kepemimpinan Jefry yang turun langsung.
“Kami melihat banyak yang masih berkendara tanpa masker. Kalau ada perusahaan sebesar PT DSA yang peduli, itu memicu kami semua untuk ikut bergerak. Ini bukan lagi soal siapa yang bagi, tapi soal keselamatan bersama,” kata Siti.
Ia pun berharap doa bersama masyarakat Ambon terkabul, hujan segera turun untuk mengusir kabut asap dan membantu petugas memadamkan api.
Sementara itu, Namazul Karnain dari Baitul Mal Hidayatullah menilai langkah Jefry Riry adalah contoh pemimpin perusahaan yang tidak menjaga jarak dengan masyarakat.
“Ini sinergi yang nyata. Dunia usaha, lembaga sosial, dan mahasiswa bisa duduk bersama untuk satu tujuan, membantu warga. Inilah wajah kemanusiaan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Aksi ini menjadi penegasan bahwa PT DSA bukan sekadar penyedia air bersih, tetapi juga mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan di tengah ancaman karhutla.








Komentar