oleh

DEPOK SIAP PESTA PANGAN 6 HARI: DARI BERAS MURAH SAMPAI SEDEKAH MIJEL

-Ragam-244 Dilihat

Pewarta : Anis

Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Jangan cuma isi perut, tapi isi dengan gizi yang benar. Itu pesan utama dari Pekan Hari Pangan Sedunia 2026 yang digelar Pemerintah Kota Depok.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok bakal bikin kota ini sibuk soal urusan pangan selama 6 hari penuh, 13 sampai 18 Oktober 2026.Temanya keren: “Berinovasi Hari Ini untuk Nutrisi Hari Esok”.

Kepala DKP3 Kota Depok, Dadan Rustandi bilang, ini bukan sekadar seremonial. Ini cara Depok memastikan warganya dapat makan enak, sehat, dan murah.
Kami ingin pangan berkualitas itu tidak mahal dan tidak jauh dari warga,” ujar Dadan.

Rangkaian Acaranya Padat, Catat Tanggalnya:

1. Awal Pekan Berbagi – Bantuan Pangan Cadangan.
Pemkot langsung turun ke kelurahan. Bantuan pangan cadangan pemerintah disalurkan:
– 13 Oktober: Kelurahan Jatijajar
– 14 Oktober: Kelurahan Pengasinan

2. Tengah Pekan Belanja dan Berkah – BAZAR HPS + SEDEKAH MIJEL
Ini yang paling ditunggu. 15-16 Oktober di Halaman Kantor Dekranasda, mulai jam 07.30 pagi.
Apa saja di sana? Lengkap. Dari sayur mayur segar, beras, olahan ikan, daging, ayam, sampai bibit tanaman pangan dan hortikultura yang bisa dibawa pulang untuk ditanam di rumah. DKP3 sengaja mengundang petani dan pembudidaya ikan lokal Depok dan sekitarnya biar dagangannya laku dan warga dapat harga petani.

Ada juga program unik: Sedekah Mijel – sedekah Minyak Jelantah. Warga bisa bawa minyak jelantah bekas dari rumah untuk ditukar atau disedekahkan, diolah jadi lebih bernilai.

3. Akhir Pekan Serbu Pangan Murah – GERAKAN PANGAN MURAH (GPM)
Dua lokasi, dua suasana:

– Jumat, 17 Oktober – Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC), jam 16.00 WIB.* Sambil ngabuburit sore dan meramaikan Hari Kesatuan Gerak PKK, warga bisa borong pangan murah.
– Sabtu, 18 Oktober – Depok Open Space (DOS), jam 06.00 WIB. Pas buat yang habis olahraga pagi, langsung belanja kebutuhan dapur dengan harga di bawah pasar.

Dadan menegaskan, tujuan akhirnya satu: ketahanan pangan Depok harus kuat dari rumah tangga.
“Kalau keluarga paham gizi seimbang, belanja produk lokal, dan akses pangannya mudah serta terjangkau, otomatis kesejahteraan warga naik. Itulah inovasi untuk nutrisi hari esok.
Jadi, warga Depok, kosongkan kulkas, siapkan tas belanja. Dari Jatijajar sampai DOS, pesta pangannya ada untuk semua, tutup Dadan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *