Pewarta : Anis
Koran SINAR PAGI, Depok,- 3 September 2026 — Yayasan Jaga Ginjal Indonesia (JGI) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak usia muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi “Jaga Ginjalmu, Indonesia” yang dilaksanakan di SMAN 1 Depok, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMAN 1 Depok tersebut diikuti oleh para siswa dan menghadirkan dr. Donnie Lumban Gaol, Sp.PD-KGH sebagai narasumber. Edukasi difokuskan pada pengenalan fungsi ginjal, faktor risiko penyakit ginjal, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan remaja untuk menjaga kesehatan ginjal dan mencegah penyakit ginjal kronis di kemudian hari.
Dokter: Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Dalam pemaparannya, dr. Donnie Lumban Gaol, Sp.PD-KGH, menekankan bahwa kesehatan ginjal sangat berkaitan dengan kebiasaan hidup sehari-hari. Menurutnya, usia sekolah merupakan waktu yang tepat untuk mulai membangun pola hidup yang sehat.
«“Ginjal bekerja setiap hari untuk menyaring darah dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Karena itu, ginjal juga perlu kita jaga. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, dan sebagian di antaranya berkaitan dengan kebiasaan hidup yang sudah terbentuk sejak usia muda,” jelas dr. Donnie.»
Ia mengingatkan para siswa agar tidak menganggap remeh kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan garam, gula, dan lemak yang tinggi, serta pentingnya menjaga aktivitas fisik.
«“Pencegahan penyakit ginjal sebenarnya tidak sulit untuk dimulai. Biasakan makan dengan pola yang sehat, jangan berlebihan mengonsumsi garam dan makanan ultra-proses, cukup bergerak, pertahankan berat badan yang sehat, dan hindari kebiasaan yang dapat merusak kesehatan tubuh,” ujarnya.»
Dr. Donnie juga menyoroti pentingnya penggunaan obat secara bijak. Penggunaan obat tertentu tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat memberikan dampak terhadap ginjal, terutama jika dilakukan secara berlebihan atau dalam jangka panjang.
Jangan sembarangan minum obat, terutama obat pereda nyeri yang digunakan berulang-ulang tanpa indikasi dan pengawasan. Kalau sedang sakit dan membutuhkan obat, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Jangan menganggap semua obat aman untuk dikonsumsi terus-menerus,” katanya.»
Selain pola makan dan penggunaan obat, dr. Donnie mengingatkan pentingnya mengenali kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.
«“Tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya dapat menjadi faktor risiko penyakit ginjal. Karena itu, menjaga kesehatan secara keseluruhan pada usia muda merupakan salah satu cara untuk melindungi ginjal kita di masa depan,” jelasnya.»
Ia juga mengajak siswa untuk tidak menunggu munculnya keluhan berat sebelum memeriksakan kesehatan.
«“Masalah ginjal pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Jadi jangan menunggu sampai muncul keluhan berat. Kalau seseorang memiliki faktor risiko atau mengalami keluhan yang menetap, pemeriksaan kesehatan menjadi penting untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal,” ungkap dr. Donnie.»
JGI: Jangan Tunggu Gagal Ginjal untuk Mulai Peduli
Ketua Jaga Ginjal Indonesia, Everino Pieter Therick, mengatakan bahwa edukasi kepada siswa merupakan bagian penting dari strategi pencegahan penyakit ginjal dalam jangka panjang.
«“Penyakit ginjal sering kali berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, edukasi preventif harus dimulai sedini mungkin. Jangan sampai kita baru berbicara tentang kesehatan ginjal ketika seseorang sudah berada pada tahap gagal ginjal dan membutuhkan dialisis,” ujar Everino.»
Menurutnya, anak-anak dan remaja merupakan kelompok strategis dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat.
«“Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga ginjal bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika sudah sakit. Kebiasaan yang mereka bangun hari ini akan berpengaruh terhadap kesehatan mereka di masa depan. Mereka juga dapat menjadi pembawa pesan kesehatan bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.»
Everino menegaskan bahwa upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
«“Jaga Ginjal Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan penyakit ginjal membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Edukasi seperti ini adalah salah satu langkah kecil untuk membangun kesadaran yang lebih besar,” katanya.»
Sekolah Berperan Membentuk Kebiasaan Hidup Sehat
PLT Kepala SMAN 1 Depok menyambut positif kegiatan edukasi kesehatan ginjal yang diselenggarakan JGI. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membantu siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan selain memberikan pendidikan akademik.
«“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi kesehatan seperti ini. Siswa tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan akademik, tetapi juga pengetahuan mengenai bagaimana menjaga kesehatan mereka. Apa yang mereka pelajari hari ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar PLT Kepala SMAN 1 Depok.»
Ia berharap kegiatan edukasi preventif dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
«“Kami berharap edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Anak-anak dapat membawa pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal ke lingkungan keluarga dan pergaulan mereka. Dengan demikian, manfaatnya bisa lebih luas,” tambahnya.»
Membangun Generasi Sadar Ginjal
Melalui program “Jaga Ginjalmu, Indonesia”, JGI berupaya memperkuat pendekatan promotif dan preventif dengan menjadikan edukasi kesehatan sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
Kegiatan di SMAN 1 Depok menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kesehatan ginjal kepada generasi muda dengan bahasa yang mudah dipahami dan dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari.
Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah bahwa menjaga kesehatan ginjal tidak harus menunggu sampai seseorang mengalami penyakit. Pola hidup sehat, aktivitas fisik, menjaga berat badan, membatasi konsumsi garam dan makanan ultra-proses, tidak merokok, menggunakan obat secara bijak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan ketika memiliki faktor risiko merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan ginjal.
«“Kalau kita ingin melihat generasi Indonesia yang lebih sehat di masa depan, maka pencegahannya harus dimulai dari sekarang. Anak-anak sekolah adalah investasi kesehatan kita. Jaga ginjal hari ini, untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan,” tutup Everino.»
Tentang Jaga Ginjal Indonesia
Yayasan Jaga Ginjal Indonesia merupakan organisasi yang bergerak dalam edukasi, advokasi, dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ginjal. JGI mendorong masyarakat untuk mengenali faktor risiko penyakit ginjal dan mengutamakan upaya promotif serta preventif melalui berbagai kegiatan edukasi di masyarakat dan lingkungan pendidikan.Saya sengaja membuat kutipan dr. Donnie bernuansa edukasi dokter kepada siswa, bukan terlalu teknis, sehingga cocok untuk dimuat sebagai rilis media dan tetap mudah dipahami pembaca umum.








Komentar